Viral Tilang Avanza Bawa Sepeda, Netizen Nilai Oknum Polisi "Gagal Paham" - OTOASIA
Connect with us

Viral

Viral Tilang Avanza Bawa Sepeda, Netizen Nilai Oknum Polisi “Gagal Paham”

Zaru

Published

on

Oknum Polisi yang menilang Toyota Avanza gara-gara bawa sepeda (Instagram/@updateinfojakarta)

Sebuah Toyota Avanza hitam pelat B menjadi viral di media sosial karena ditilang akibat membawa sepeda.

Dalam video yang beredar luas tersebut, sebuah sepeda MTB terlihat disimpan di ruang kursi yang sudah dilipat baris ke-2 dan ke-3.

Pada unggahan akun Instagram @updateinfojakarta, Jumat (1/9/2021), nampak pengemudi Toyota Avanza tersebut keberatan karena tidak tahu di mana letak kesalahannya. Ia kemudian memvideokan proses tilang oleh petugas dan juga menyebut nama petugas tersebut.

“Pelat hidup. Semuanya ada, saya lengkap loh surat-suratnya. Tapi ditilang hari ini karena bawa sepeda di dalam mobil,” demikian suara yang terekam dalam video tersebut.

Di lokasi tilang yang disebut “Perimeter Bandara” itu, pengemudi Avanza menyatakan bahwa ia diberi tahu petugas agar sepeda dibawa di luar kabin kendaraan.

Advertisement

“Katanya suruh digantung saja di belakang. Katanya lebih aman. Mobilnya mobil orang (mobil untuk penumpang) soalnya, bukan mobil barang,” tambahnya.

Ia kemudian coba menegaskan kembali kepada petugas mengenai letak kesalahan tersebut.

“Kesalahannya tentang daya angkut barang dari Pasal 307,” ujar petugas yang pada video tersebut terlihat berjumlah dua orang.

Tilang Avanza

Membawa sepeda ke dalam Avanza menjadi alasan penilangan (Instagram/@updateinfojakarta)

Bagi netizen sendiri, hal ini pun dianggap baru dan oknum petugas dinilai “gagal paham”. Tanggapan itu tercermin dari komentar-komentar di video tersebut.

“Jangan langsung ditilang, seharusnya kasih edukasi penjelasan supaya yang belum tau jadi tau/paham,” demikian bunyi salah satu komentar tersebut.

Yang tidak disangka kemudian adalah sanggahan dari pihak kepolisian. Pasal yang disebut dalam proses tilang ini tidak tepat.

Penjelasan Dirlantas Polda Metro Jaya

Dirlantas PMJ Kombes Pol Sambodo Purnomo Yogo kemudian memberikan penjelasan kepada publik.
Bahwa terkait video viral yang beredar, anggota tersebut menurutnya “salah” dalam menerapkan pasal Pasal 307.

Advertisement

“Menjelaskan tentang kendaraan bermotor angkutan umum barang, yang membawa barang melebihi dimensi angkutan dan dapat membahayakan keselamatan. Apabila akan menindak kendaraan berpelat hitam seharusnya menggunakan Pasal 283,” tulisnya.

Adapun Pasal 283 sendiri berbunyi bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dipengaruhi suatu keadaan dapat mengganggu konsentrasi berkendara … (apabila barang yang ada di dalam kendaraan cukup besar sehingga mengganggu pandangan dan berpotensi membahayakan).

“Atas kejadian tersebut kami mewakili Direktorat Lalu Lintas meminta maaf dan akan mengingatkan kembali petugas di lapangan, khususnya terhadap petugas tersebut dan akan kita berikan sanksi sesuai kesalahannya,” ujar KBP Sambodo.