Resep Sukses Wahana Artha Group Ekspansi Ekosistem Bisnis Integratif Bergaya Green Industry - OTOASIA
Connect with us

Motor

Resep Sukses Wahana Artha Group Ekspansi Ekosistem Bisnis Integratif Bergaya Green Industry

Eko Nugroho

Published

on

Gedung Wahana Artha Group, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang (WAG)
Gedung Wahana Artha Group, Main Dealer motor Honda Jakarta-Tangerang (WAG)

Otoasia.id – Green industry atau industri hijau belakangan menjadi pembicaraan serius di ranah nasional maupun global. Bahkan Indonesia sendiri secara gamblang mendukungnya dengan serius menggarap elektrifikasi sebagai solusi pencemaran udara.

Tapi tahukah Kamu apa maksud green industry ini? Konsep ini bukan hal baru dalam dunia bisnis di Tanah Air. Mengutip sebuah tulisan di laman Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin), yang dipublisikan 15 September 2014 lalu, green industry berbasi pada integrasi perencanaan dan implementasi pengelolaan lingkungan dalam manajemen industri. Bisa dibilang, green industry berarti industri yang berwawasan lingkungan.

Perencanaan lingkungan diberikan porsi tersendiri dalam proses perencanaan hingga operasional suatu industri.

Lalu bagaimana contoh penerapannya?

Program penanaman pohon Wahana Artha Group (WAG)

Program penanaman pohon Wahana Artha Group (WAG)

Wahana Artha Group (WAG) merupakan contoh perusahaan kelas wahid yang terbukti punya konsistensi dalam mengembangkan industri hijau dalam ranah ekosistem bisnis mereka. Yang menarik, WAG tidak berdiri sendiri, tapi bekerja secara integratif dengan beberapa anak perusahaan yang semuanya punya impact besar bagi lingkungan.

WAG menyebut soal “langkah kecil untuk masa depan lebih baik” sebagai pondasi utama membangun strategi bisnis yang mementingkan sustainability untuk menjaga kehidupan masa depan tetap baik.

Refleksi dari jargon itu dibuktikan dari bagaimana mereka membuat aturan perusahaan. Mulai dari lini terkecil, sejak tahun 2021 WAG mengharuskan untuk tidak membawa air dalam kemasan gelas, botol dan kantong plastik kresek di lingkungan kerja WAG seperti showroom, bengkel resto dan hotel. Seluruh karyawan kudu membawa botol air minum, alat makan dan tas multi pakai sendiri sehingga tidak menimbulkan sampah.

Selain itu, memanfaatkan lahan kosong dan ruang kantor yang terbatas, WAG giatkan bercocok tanam berbagai komoditas sayur termasuk dengan tanaman sistem hidroponik. Ini akan bermanfaat tidak hanya menciptakan ruang hijau, tapi dapat diolah sebagai makanan sehat untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan. Maksimalisasi komitmen sustainability dijalankan pada lingkungan terkecil dalam unit bisnis, hingga setiap unit kerja diwajibkan memiliki program yang dapat berdampak positif kepada lingkungan dan masyarakat.

Advertisement

Anak perusahaan WAG, PT Wahanaartha Ritelindo (WARI) pun menerapkan konsep serupa dan kini mengganti kantong kresek untuk konsumen dengan kantong berbahan dasar kulit jagung.

“Kami sudah tidak lagi menyediakan kantong plastik konvensional untuk konsumen yang datang ke outlet, akan kami alihkan ke kantong yang lebih eco-friendly. Jadi, kedepan konsumen yang ingin membawa suku cadang bekas dan pembelian suku cadang sudah tidak boleh pakai kantong plastik,” tutup Budi.ujar Head of WARI, Budi Setiawan

Kemudian, lini bisnis otomotif WAG yang lain, PT Wahana Makmur Sejati (WMS) tidak mau kalah. Mereka kemudian menerbitkan kampanye dengan memberikan suvenir unik dari tutup botol oli bekas.

Suvenir itu berupa gantungan kunci yang digarap oleh Sweet Potato Project (SPP), Potato Head Bali. Uniknya, konsumen yang bisa mendapatkannya justru mereka yang membeli motor besar atau big bike Honda.

“Ini adalah langkah kecil kami untuk ikut melestarikan keberlanjutan lingkungan agar tetap terjaga baik untuk generasi yang akan datang,” jelas PIC penanggung jawab Sustainability Departemen Wahana, Pupud Kurniawan.

Konsep bisnis eco-friendly juga menjangkit roda bisnis hospitality WAG. Contohnya YELLO Hotel Manggarai. Hotel ini dinaungi oleh TAUZIA Hotel, namun secara kepemilikan properti dikuasai PT Sahari Sukses Sejahtera yang juga bagian dari WAG.

Advertisement

Dalam operasional melayani tamu, YELLO Hotel Manggarai tidak lagi menggunakan botol minuman plastik karena sudah diganti dengan teko kaca. Kantong plastik yang banyak dipakai di mana-mana telah ditanggalkan dan digeser dengan telobag berbahan ketela. Lebih lagi ada paper straw yang tidak akan lagi menumpuk menjadi sampah yang sulit diurai.

“Penggantian botol air minum kemasan plastik di kamar hotel dengan Teko Kaca bertujuan untuk mendorong tamu hotel supaya peduli lingkungan dan membiasakan diri menjaga alam dengan tidak menggunakan botol air minum kemasan plastik,” ujar Mairysa Sipayung, General Manager YELLO Hotel Manggarai Jakarta.

Penggunaan energi baru dan terbarukan (EBT) kemudian menjadi kunci bagaimana WAG menafsirkan komitmen mereka soal lingkungan. Beberapa business sites seperti WAG head office, Distribution Center Jatake dan Distribution Center Cimanggis 2 dipasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap, termasuk juga untuk Hotel Santika Radial Palembang dan Hotel Santika Banyuwangi.

WAG menggandeng PT Xurya Daya Indonesia dalam pengadaan, instalasi sampai dengan pemeliharaan. Kerjasama ditandai dengan penandatanganan kontrak untuk periode 10 tahun.

Menurut mereka, konsep sustainability seperti ini malah lebih hemat biaya listrik sampai 40% dan efektif menekan produksi CO2 karena tidak lagi mengandalkan bahan bakar fosil pemicu pemanasan global.

Konsistensi dalam berkomitmen itu lalu kembali digemuruhkan ketika WAG merayakan hari ulang tahun ke-50 bertemakan Gift of Love tanggal 6 Agustus 2022 lalu.

Advertisement

“Komitmen kami ke depan akan tetap berikan layanan yang maksimal untuk konsumen, hadir tidak hanya sebagai group bisnis namun juga dapat berikan manfaat untuk orang banyak serta akan berperan aktif menjaga keberlangsungan lingkungan untuk generasi mendatang,” terang Robbyanto Budiman, Group CEO WAG.

Dalam kesempatan itu, WAG membongkar data bahwa mereka tengah mengolah lahan seluas 1.000 meter persegi di Cipanas untuk program penghijauan. Hasil panen kebun tersebut digunakan untuk membuat nasi bungkus yang dibagikan kepada masyarakat kurang mampu.

Semua aksi dan reaksi tersebut merupakan semangat yang tertuang dalam Initiative (inisiatif), Execution (pelaksanaan), dan Consistency (konsisten) yang dipakai secara integratif untuk semua lini bisnis WAG dalam membentuk industri hijau yang ramah lingkungan.

Corporate Social Responsibility (CSR)

Donasi bantuan untuk korban banjir oleh YWA (Program penanaman pohon Wahana Artha Group (WAG)

Donasi bantuan untuk korban banjir oleh YWA (Program penanaman pohon Wahana Artha Group (WAG)

Tidak hanya merawat dan menjaga lingkungan sebagai rumah untuk setiap habitat, WAG turut menggenjot interaksi sosial dengan maysarakat yang membutuhkan dalam kemasan Corporate Social Responsibility (CSR). WAG terbilang cukup masif mendedikasikan aksinya yang didistribusikan oleh Yayasan Wahan Artha (YWA).

Yayasan ini telah berdiri sejak tahun 2012 lalu dan punya efek sangat besar bagi masyarakat, khususnya di wilayah bisnis WAG Jakarta-Tangerang.

Dalam kurun waktu lima tahun, mulai dari 2017 hingga 2022, WAG mengklaim 500.000 orang telah menerima manfaat dari gerakan YWA.

YWA berperan aktif untuk menyasar ruang lingkup pendidikan, lingkungan, kesehatan dan pemberdayaan masyarakat. Berdasarkan catatan Otoasia.id, YWA sangat sigap menyalurkan bantuan contohnya untuk korban banjir, kebakaran, anak-anak yatim-piatu, disabilitas dan semua yang membutuhkan uluran tangan.

Advertisement

Ketika gempa besar menimpa Cianjur, Jawa Barat pada tanggal 23 November lalu, YWA turut hadir memberikan harapan hidup bagi masyarakat di desa Cibeureum dan Sukaresmi yang memiliki fasilitas sangat terbatas dengan jumlah pengungsi cukup besar. Rata-rata korban di posko dua desa tersebut adalah wanita, orang tua dan balita.

“Kami berupaya menghapuskan titik air mata saudara kami yang sedang terkena bencana alam. Sebisa mungkin YWA akan terus hadir memberikan donasi untuk bantu mereka yang tengah kesulitan salah satunya bencana alam gempa Cianjur ini,” kata ketua YWA, Vica Vayerawita.

Terbaru, YWA merenovasi sarana pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al Fatah yang berlokasi di Desa Gelubuk, Lebak Banten, Selasa (6/12/2022).

“Kami terharu adanya sikap peduli yang sama pada kegiatan ini sehingga donasi dapat lebih baik disalurkan baik secara materi dan non materi,” tutur Vica lagi.

Kegiatan ini juga satu bentuk kolaborasi dengan Yayasan Al Fatwa yang juga memiliki kesamaan visi misi di bidang pendidikan.

“Wahana berikan manfaat yang sebesar besarnya kepada masyarakat luas yang membutuhkan melalui Wahana Responsibility. Kegiatan ini merupakan kolaborasi aksi sosial Corporate Social Responsibility di bawah payung Yayasan Wahana Artha dan Sustainability Department,” tulis WAG, dikutip Selasa (20/12/2022).

Advertisement
Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *